Lewati ke konten
panas bumi di Indonesia cuma ¢10/kWh, nggak sebanding dengan risiko investasi (data MEMR). Bandingin sama Islandia yang kasih ¢15-30/kWh. Solusinya? Harus ada terobosan seperti dual-use geothermal (kombinasi dengan green hydrogen production) dan teknologi EGS (Enhanced Geothermal Systems) ... Prediksi IEA untuk Indonesia: 2035: Bisa capai 8,9 GW jika investasi tumbuh 7%/tahun 2045: Berpotensi jadi geothermal hub Asia dengan nilai pasar $12 miliar Faktor penentu? Percepatan drilling teknologi menggunakan directional wells dan modular plants yang lebih efisien. Kerennya, limbah CO2